Biaya Listrik Pompa Memberatkan

SEMARANG – Keberatan dengan pembayaran tagihan listrik atas operasional pompa air di kawasan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, sejumlah warga Kelurahan Kemijen, Rabu (14/11) kemarin, mengadu ke kantor DPRD Kota Semarang. Warga mengeluhkan tagihan listrik sebesar Rp 12 juta atas operasional pompa air untuk mengatasi rob dan banjir di daerah Kemijen yang dibebankan kepada warga.

Salah satu warga, Puji Suwarno mengatakan, pada tahun 2011, daerahnya, RW VI sampai IX, mendapat bantuan pompanisasi dan pembangunan gorong-gorong dari Provinsi Jawa Tengah. Melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air-Energi Sumber Daya Alam (PSDA-ESDM) Kota Semarang dan Dinas Ciptakaru Jateng, daerah tersebut mendapat bantuan 7 pompa air untuk mengatasi rob dan banjir. “Setelah pekerjaan pompanisasi dan gorong-gorong selesai, sampai sekarang tidak ada penyerahan kepada warga untuk dikelola,” ujarnya.

Tiba-tiba datang tagihan listrik yang disampaikan kepada kelurahan agar warga membayar operasional pompa. Tagihan sejak bulan April sampai Oktober 2012 nilainya sebesar Rp 12 juta. “Padahal, operasional pompa selama ini tidak berfungsi optimal mengurangi rob dan banjir, karena pintu air bocor sehingga air laut ada yang masuk ke lahan warga,” tambah Dedi Yulikiswadi, warga Kemiijen lainnya.

Karena pompa tak berfungsi maksimal, akibatnya sampai sekarang perkampungan warga masih digenangi rob dan banjir. Terutama saat musim penghujan, hampir setiap hari kawasan tersebut tergenang air. Pompa juga harus dihidupkan setiap waktu sehingga beban tagihan listrik membengkak. “Jika pintu air tidak bocor, pompa tidak akan selalu dinyalakan, sebab rob pasti sudah terpompa tidak perlu waktu seharian, sehingga biaya listrik tidak akan terlalu besar,” kata Dedi.

Dia menyatakan, warga menuntut ada kejelasan pengelolaan pompa air ditangani pemerintah kota atau masyarakat. Karena saat ini belum diserahkan ke warga, tagihan listrik sebesar Rp 12 juta harusnya dibayar oleh pemerintah kota. Selain itu pintu air, gorong-gorong dan talut harus diperbaiki. “Di samping itu, pembangunan pavingisasi yang sebelumnya juga masuk dalam program bantuan dari Pemprov Jateng, harus dilakukan,” tandasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono menyatakan, komisinya bersedia menampung keluhan warga tersebut dan akan menindaklanjuti. Dalam waktu yang belum ditentukan, komisi akan segera memfasilitasi pertemuan warga Kemijen dengan semua pihak yang terkait. “(Keluhan) ini sebagai bahan masukan bagi kami, untuk kemudian akan kami tindaklanjuti. Kami harapkan warga menyiapkan data-data yang kuat agar masalah ini bisa diselesaikan,” jelas politisi Partai Demokrat ini. (zal/ton/ce1)

 

Sumber : radartegal.com

Posted Under
Uncategorized