MENCEGAH KORUPSI DENGAN CARA ANAK MUDA 19 Des 2012, Youth proactive roadshow TII bersama Pattiro.

Bagi sebagian besar anak- anak muda, bicara tentang masalah anti korupsi sangat lah tidak menarik. Bahkan mereka cenderung mengatakan korupsi bukanlah urusan mereka. Namun bila dilakukan dengan cara yang ringan dan menyenangkan melaluistand up comedy, performace music dan diskusi, hal itu menjadi cara yang menyenangkan dalam mengkampanyekan anti korupsi.

Cara itulah yang ditempuh oleh Transparancy International Indonesia (TII) bersama Pattiro Semarang dalam mengembangkan sebuah kolaborasi untuk mengapresiasi Hari Anti Korupsi Internasional  (HAKI) pada tahun ini. Lewat kegiatan “Youth Proactive Roadshow” di lima kota dimulai 13 – 19, TII mencoba memperluas kampanye anti korupsi ke anak-anak muda usia SMA dan kuliah (15-24 tahun) yang dimulai dari kota Makasar, Garut, Batang, Semarang dan Yogyakarta.

“Masalah korupsi sudah menjadi keprihatinan kami, apalagi saat mengetahui anak-anak muda sekarang banyak ayng menganggap masalah itu bukan urusannya. Karena itu, kami mencari tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengajak anak muda peduli tentang anti korupsi dan mau diajak berdiskusi atau berdialog dengan cara-cara yang ringan dan menyenangkan” kata Retha Dungga danri Creative Youth dep TII, Selasa (18/12).

Dengan cara tersebut, lanjut Retha, anak-anak muda banyak yang tidak menyangka kalau acara anti korupsi ternyata tidak menyeramkam seperti yang mereka bayangkan. Hal itu bisa dipahami karena mereka sudah terintimidasi dengan gaya – gaya bicara tentang anti korupsi yang berat.

“Sebenarnya melawan korupsi bisa dimulai dengan cara yang paling sederhana dan relevan dengan kehidupan anak-anak muda sehari-hari seperti mulai bersikap jujur dan berhenti menyontek,” terang Retha dalam kegiatan HAKI bertema “berani, jujur, hebat” di runag seminar balaikota kota Semarang.

Widi Nugroho, ketua panitia kegiatan menambahkan, target sasaran kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang anti korupsi dan bentuk workshop, stand up comedy, sharing tentang korupsi yang terjadi di Indonesia dengan cara fun. “ Kami berharap, para peserta yang terlibat aktif dalam diskusi ini minimal menjadi pioneer-pioner perubahan dalam 20-30 tahun kedepan dalam menanggulangi dan memberantas korupsi,” pungkasnya.

 

(Harian Semarang, Halaman 3)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top