Pembangunan Lapak Selesai Akhir Tahun ● Pasar Johar Sementara

SEMARANG – Lapak Sementara Pasar Johar akan segera dibangun. Proses lelang pembangunannya sudah selesai. Proyek dengan nilai pagu Rp 30,7 miliar tersebut dimenangi PT Gala Tama dengan nilai sekitar Rp 30,3 miliar.

Berdasar informasi di laman LPSE Kota Semarang, proses lelang tersebut diikuti 68 peserta. Nilai yang diajukan PTGala Tama sebenarnya bukan yang terendah, tapi mereka yang memenuhi syarat secara lengkap.

Saat ini, proses lelang tersebut akan memasuki masa penanda tanganan kontrak. Proyek itu dijadwal selesai tahun ini juga. Dengan begitu, kontraktor memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikannya.

Kabid Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang, Nurkholis, mengungkapkan pemenang lelang memang sudah diketahui. Meski begitu, pihaknya belum bisa menentukan kapan pekerjaan tersebut dimulai.

”Pembangunan akan dilakukan secepatnya karena sudah ada pemenang tender lelang. Pembangunan nanti juga sesuai dengan DED yang ada,” katanya.

Kualitas Bahan

Terpisah, Pattiro Semarang menggelar diskusi mencermati desain lapak sementara Pasar Johar yang berada di lahan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah itu. Pada acara yang digelar di sekretariat Pattiro, Senin (7/9), terungkap beberapa kelemahan desain yang bersumber dari DED.

Salah seorang pakar yang menjadi pembicara kemarin, Tjahjono Rahardjo, mengingatkan, meski sifatnya sementara, lapak tersebut akan digunakan setidaknya tiga hingga empat tahun. Karena itu, mestinya konstruksi yang dibuat harus tahan lama.

”Salah satu contoh, penggunaan pintu berbahan PVC di kamar mandi umum. Saya menyangsikan pintu itu bakal bertahan sampai tiga atau empat tahun. Sebab, bahan PVC yang berkualitas rendah, rentan rusak, terlebih bila digunakan di tempat umum,” tuturnya.

Salah seorang pengurus Pattiro Semarang, Johnarie Nugroho, mengungkapkan, pihaknya berencana membuat tim monitoring pada proyek tersebut.

Tim dibentuk sebagai salah satu sikap atas permasalahan pembangunan pasar sebelumnya, yaitu pembangunan Pasar Jrakah, Bulu dan Rejomulyo.

Ketiga pembangunan pasar tersebut dinilai bermasalah berdasarkan LHPBPK atas pelaksanaan APBD 2013. Bahkan ketiga pasar tersebut berpotensi mangkrak atau tidak berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

”Monitoring nanti bertujuan agar pembangunan yang dimaksud berjalan sesuai regulasi, mengakomodasi kepentingan pedagang maupun pembeli, serta mencegah terjadinya korupsi. Pembentukan tim monitoring ini juga untuk mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” katanya. (H35,H71- 87)

Sumber :http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pembangunan-lapak-selesai-akhir-tahun/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top