Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pelayanan Publik, PATTIRO Semarang dan IDEA Ajak Perempuan Manfaatkan LAPOR Hendi

Semarang, 20 April 2021 – Pemerintah Kota Semarang telah menyediakan kanal aduan warga melalui LAPOR Hendi  (http://laporhendi.semarangkota.go.id/) yang dirintis sejak tahun 2014. Pengaduan melalui kanal resmi merupakan salah satu bentuk partisipasi warga dalam pelayanan publik. Namun, pemanfaatan kanal aduan di Kota Semarang masih belum optimal, khususnya bagi kelompok perempuan. Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang per bulan Maret – Oktober 2020, jumlah perempuan yang menyampaikan aduan melalui Lapor Hendi sejumlah 481 orang. Jumlah tersebut hanya 10% dari total aduan yang masuk melalui kanal Lapor Hendi.

PATTIRO Semarang bersama IDEA berupaya meningkatkan partisipasi warga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang, dengan dukungan Hivos dan Uni Eropa melalui Program SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-led Advocacy and Social Audit Networks). Program SPEAK telah mendampingi lima kelompok perempuan (Kelompok perempuan Kelurahan Nongkosawit, Kelurahan Sendangguwo, Kelurahan Lamper Kidul, Kelurahan Tegalsari, dan Kelurahan Jatingaleh) di Kota Semarang sejak tahun 2019. Ini bertujuan supaya mereka mampu menyusun dan menyampaikan aduan yang berdasarkan data dan fakta. Lima komunitas perempuan ini telah menyusun draft aduan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi perempuan dalam pelayanan publik, PATTIRO Semarang dan IDEA melaksanakan Loka Karya Penguatan Pelayanan Publik oleh Kelompok Perempuan melalui Aduan Publik di Kota Semarang, pada 20 April 2021. Kegiatan yang dilakukan secara daring ini bermaksud melakukan validasi data aduan dan menyempurnakan draft aduan yang telah disusun oleh lima kelompok perempuan, kemudian menyampaikan aduan tersebut secara serentak melalui kanal LAPOR Hendi. Kemudian menyusun rencana tindak lanjut untuk mengawal aduan publik yang telah disampaikan. Aduan dari kelompok perempuan ini diharapkan menjadi aspirasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang.

Rosihan Widi Nugroho, Direktur PATTIRO Semarang menuturkan bahwa, “Perempuan memiliki kedekatan terhadap persoalan sosial masyarakat. Namun minimnya informasi tentang kebijakan pemerintah, menyebabkan peran perempuan belum optimal dalam pelayanan publik. Pemerintah Kota Semarang telah berinovasi dengan menyediakan LAPOR Hendi untuk menampung saran dan kritik atas pelayanan yang disediakan pemerintah. Kanal ini harapannya juga mampu menampung aspirasi dari tiap kelompok warga tanpa terkecuali, khususnya perempuan. PATTIRO Semarang bersama kelompok perempuan di Kota Semarang akan berupaya mengawal aspirasi, kritik dan saran yang telah disampaikan agar benar-benar ditindaklanjuti. Supaya pelayanan publik di Kota Semarang makin berkualitas.”

Muhammad Syofi’i, Budget and Advocacy Officer Program SPEAK Kota Semarang, mengatakan “Berdasarkan fakta aduan yang ada, upaya mendorong perempuan untuk aktif berpartisipasi dalam pelayanan publik harus dilakukan. Upaya yang telah kami lakukan yaitu dengan mendampingi kelompok perempuan untuk mampu menilai dan membuat aduan atas pelayanan publik berdasarkan data dan fakta. Hal tersebut dilakukan supaya kelompok perempuan dalam melakukan pengaduan juga turut bertanggung jawab. Dengan mengajak kelompok perempuan yang aktif di 5 kelurahan diharapkan mereka dapat mengajarkan pengetahuan serupa ke perempuan di sekitarnya, dan mendorong pelayanan publik di Kota Semarang menjadi lebih baik. Setidaknya kami menargetkan akan ada 15 aduan yang dapat dibuat, divalidasi dan dilaporkan oleh kelompok perempuan”.