Tak Takut Vaksin, karena Ingin Segera Ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

FOTO SERTIFIKAT : Iqbal saat menunjukkan sertifikat vaksinnya dan senang bisa segera bersekolah kembali. (Istimewa)

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (PATTIRO Semarang, LRC-KJHAM dan Rumah Difabel) bekerja sama dengan Puskesmas Bugangan, Semarang Timur melakukan kolaborasi menyelenggarakan vaksinasi inklusif. Prioritas untuk masyarakat rentan. Bertempat di Gedung Cagar Budaya Sobokarti vaksinasi khusus tersebut  didukung oleh YAPPIKA-Action Aid. Vaksinasi tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Khususnya orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus.

Salah satunya adalah Larman, ayah dari Iqbal Taufiqurrahman peserta vaksin yang kesulitan bersosial dan komunikasi. Larman mengaku sangat terbantu dengan adanya vaksinasi khusus yang dilakukan oleh Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil. Karena tidak perlu  mengantri lama dan mendapatkan prioritas khusus. Selain itu juga mendapatkan pendampingan dari panitia. Sehingga Larman merasa tidak khawatir.

“Melihat pendampingan dari panitia, saya tidak khawaatir saat anak saya di vaksin,” katanya.

Pria yang tinggal di Jl.Puspowarno Tengah 4 no 9.Semarang itu membeberkan kalau anaknya, yakni Iqbal sudah lama ingin ikut vaksin. Namun karena pernah terpapar covid 19, Iqbal harus menunggu beberapa bulan. Akhirnya pada vaksinasi yang digelar pada 28 September 2021 itu bisa mendapatkan vaksin.

“Alhamdulillah sudah mendapatkan vaksin. Sudah lama Iqbal ingin vaksin,” jelasnya.

BAHAGIA : Senyum bahagia memancar dari Iqbal setelah lama menunggu untuk mengikuti vaksinasi. (Istimewa)

Alasan Iqbal ingin segera mendapat vaksin kata Larman, karena ingin segera bisa mengikuti belajar tatap muka (PTM). Mengingat sudah satu tahun lebih tidak ada pembelajaran tatap muka. Apalagi Iqbal masih berumur 14 tahun, sedang senang-senangnya sekolah dan bertemu teman sekolah. Setelah mendapat vaksin Larman mengatakan kalau anaknya sangat senang.

“Iqbal senang karena bisa segera ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan ketemu teman sekolahnya,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan vaksin dan Iqbal kembali bersekolah, Larman mengaku tetap memperhatikan anaknya. Agar jangan sampai tertular covid 19 kembali. Caranya adalah selalu menerapkan protocol kesehatan dan selalu memakai masker. Ia juga berpesan kepada keluarga yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus agar tidak takut untuk ikut vaksin.

“Vaksin dan prokes bisa mencegah terpapar covid,” jelasnya. (hwn)

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top