Kelompok Perempuan Tegalsari Berhasil Dirikan Pos PAUD, Setelah Lama Mengimpikannya

BERIKAN SAMBUTAN : Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi (Tia Hendi) saat memberikan sambutan dalam Launching Pos PAUD pada 7/2/2022. (Istimewa)

SEMARANG, PATTIRO Semarang –  Berawal dari impian sejak lama, akhirnya kelompok perempuan kelurahan Tegalsari, Kec. Tembalang berhasil mendirikan Pos PAUD. Hadirnya Pos PAUD sendiri merupakan respon perempuan atas kurangnya fasilitas pendidikan anak usia dini di RW 13. Ketua PKK RW 13 Indayani Laras mengungkapkan beberapa tahun lalu menilai perlu sekali untuk mendirikan Pos PAUD. Sebab, di sisi barat sudah ada dua PAUD, sedangkan di sisi timur baru ada satu PAUD. Bertepatan juga pada tahun 2020 ada program dari SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-Led Advocacy and Social Audit Networks), yang didanai oleh Uni Eropa dan HIVOS dan dimotori oleh Pattiro Semarang. Kelompok perempuan berupaya untuk mewujudkan Pos PAUD tersebut.

“Perasaan saya ya excited sekali Mas. Karena pendirian Pos PAUD kami lebih cepat,” katanya saat selesai menyelenggarakan launching Pos PAUD pada 7 Februari 2022.

Diakui Pos PAUD tersebut cepat terwujud karena dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya adalah adanya komunitas, tim, pemerintah kelurahan, dan bantuan dari Pattiro Semarang. Kecepatan pendirian tersebut menurutnya karena pemahaman perempuan terhadap data. Mulai dari memetakan kondisi masyarakat, sampai bagaimana cara merangkul pemangku kebijakan.

“Gampangnya, waktu yang harusnya dua atau tiga tahun bisa terwujud lebih cepat,” terang Indayani.

MENARI : Siswa Pos PAUD Sakura Dawisa menampilkan pertunjukan seni tari dalam acara peremian. (Istimewa)

Tantangan dalam mendirikan pospaud, kata Indayani sangat kompleks. Salah satunya adalah mencari dukungan dari pemangku wilayah. Mulai dari RT, RW, sampai dengan pihak kelurahan.  Selain itu juga harus memiliki komunikasi yang bagus.  Serta itu juga perlu memiliki kecakapan dalam melobi pemerintah.

“Aktor utama harus memiliki kekuatan, komunikasi yang baik, lobi dan meyakinkan pemerintah setempat,” jelasnya.

Indayani melihat saat ini  perempuan Tegalsari dengan adanya program SPEAK dan terbentuknya komunitas menjadi pintar, tambah berilmu. Bahkan pengetahuan kelompok perempuan hampir merata. Padahal perempuan yang aktif di RT/RW adalah ibu rumah tangga. Dengan begitu, Kedepannya setelah kesuksesan pendirian Pos PAUD, Indayani  berharap perempuan Tegalsari tambah pintar. Tidak hanya mengadakan arisan.

“Tapi saat ketemu dan mengobrol yang di bahas adalah program-program untuk kemajuan lingkungan sekitar,” tandasnya. (hwn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top