PATTIRO Semarang Buka Kesempatan Generasi Muda Menjadi Relawan

SEMARANG, PATTIRO Semarang – Kebutuhan adanya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, kreatif, pro-aktif, dan profesional tidak hanya menjadi idaman dunia bisnis. Kalangan organisasi masyarakat sipil (OMS) juga menyadari kebutuhan serupa. Hal ini berhubungan secara langsung dan fundamental dengan keberadaan dan keberlanjutan dari gerakan sosial yang dibangun oleh OMS tersebut. Demikian salah satu kesimpulan yang mengemuka dan menjadi perbincangan hangat dalam pertemuan Halal bi Halal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Diselenggarakan  di kawasan Jatingaleh, awal bulan ini. SDM berkualitas menjadi salah satu faktor penentu hidup-matinya gerakan OMS di Kota Semarang, khususnya, dan di Jawa Tengah pada umumnya.

Kesadaran atas hal itulah yang mendorong PATTIRO Semarang (disingkat PATOS) untuk mengambil inisiatif, dengan menyelenggarakan rekrutmen dan pendidikan relawan. Sasaran utama program PATOS ini adalah generasi muda dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

“Tujuan PATOS merekrut dan mendidik relawan dari kalangan mahasiswa dan pelajar ini adalah untuk menguatkan kualitas sumber daya generasi muda,” jelas R. Widi Nugroho MAP, Direktur PATOS.

“Disamping, untuk mencari dan mengumpulkan bakat-bakat muda yang akan dijadikan sumber daya keberlanjutan PATOS.” Tambahnya.

Proses rekrutmen relawan ini berlangsung mulai 27 Juni sampai 8 Juli 2022. Setelah dilakukan seleksi, proses pendidikan kerelawanan akan dimulai pada 18 Juli hingga 30 September 2022. Pendidikan kerelawanan PATOS ini akan menggunakan pendekatan Freirean, merujuk pada model pendidikan yang dikembangkan Paulo Freire.

“Pendidikan yang dijalani para relawan merupakan pendidikan hadap-masalah. Langsung menghadapi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, dan didorong untuk menemukan pemecahannya, secara praksis dan strategis,” ujar Iskandar MH, Koordinator Relawan PATOS.

Ia berharap di akhir periode pendidikan kerelawanan ini, setiap relawan akan menjadi manusia yang berbeda. Menjadi manusia yang lebih siap dan tangguh dalam mengelola setiap problem dan menjadi bagian dari penyelesaian. Bukan menjadi bagian dari problem itu sendiri. Beberapa materi yang akan diterima para relawan dalam pendidikan praksis Freirean-nya itu adalah kepemimpinan, manajemen proyek, analisis sosial, analisis dan advokasi kebijakan, tata kelola pemerintahan daerah, pengadaan barang dan jasa, serta politik hubungan stakeholder daerah.

Kontak Media PATOS

Hawin : 0896 6923 0394

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top