Terus Dorong Partisipasi Masyarakat Melalui Lapor Hendi dan Call Center 112

Sampaikan Materi : R. Widi Nugroho Saat menyampaikan materi pentingnya partisipasi masyarakat melalui Kanal Lapor Hendi. (Hawin Alaina/PATTIRO Semarang)

SEMARANG, PATTIRO Semarang – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang terus mendorong masyarakat untuk berpartispasi dalam proses pembangunan Kota Semarang. Salah satunya lewat penggunaan kanal Lapor Hendi dan Call Center 112. Siwi Wahyuningsih Lurah Purwosari mengaku Lapor Hendi sangat penting sebagai partisipasi masyarakat dalam pembangunan. beberapa kanal yang ada, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Agar bisa berkontribusi untuk kota Semarang.  Kanal yang ada kata Siwi, harus bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan santun.  Tidak menimbulkan fitnah. Kelurahan juga siap untuk menerima pengaduan langsung dari masyarakat.

“Jika aduan dari masyarakat akan kita teruskan ke OPD terkait. Karna kita sudah terhubung ,” katanya saat sambutan sosialisasi Lapor Hendi di Kelurahan Purwosari, Senin (31/05/2022).

Siwi juga menyampaikan Lapor Hendi tidak hanya menerima aduan, tapi juga aspirasi. Masyarakat bisa meyampaikan aspirasi di kanal tersebut. Ia juga meminta peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan ke anggotanya. Sebab peserta yang hadir adalah ketua RW, PKK, FKK dan lain-lain. Kerjasama antara masyarakat dan OPD menurutnya, akan membuat kota Semarang menjadi baik. Beberapa kasus juga sudah ada. Tertangani dengan cepat dan baik.

Sementara itu, Widi Nugroho  Direktur Pattiro Semarang mengatakan saat ini di Kota Semarang sangat terbuka untuk masukan. Bahkan juga menerima aspirasi dan informasi masyarakat. Menggunakan kanal Lapor Hendi. Kanal tersebut memungkinkan komunikasi dua arah. Yakni antara masyarakat dan pemerintah.  Selain itu Kanal Lapor Hendi adalah kanal resmi. Langsung dari pemerintah kota Semarang. Melalui peraturan Walikota.

“Konsekuensi resmi itu panjang. Pertama ada evaluasi dan harus ditangani,” jelasnya.

Widi juga mengungkapkan kanal itu memfasilitasi masyarakat untuk terlibat. Walikota sendiri yang langsung melakukan evaluasi. Bahkan dilakukan setiap bulan. Prinsip dari Lapor Hendi adalah transparan. Selain itu selesai dengan feedback yang jelas. Adanya kanal itu juga menjadi sarana ide dan gagasan masyarakat ke pemerintah. Terlebih saat ini pendekatan pembangunan menggunakan pendekatan potensi. Bukan lagi pendekatan masalah.

“Kalau masyarakat aktif dan melihat potensi dan menyuarakan hal itu, maka akan didukung,” tegasnya.

Dicky Admin Lapor Hendi Diskominfo Kota Semarang membenarkan kalau Walikota sangat serius memberikan perhatian pada Kanal Lapor Hendi. Sebab ada komitmen seluruh OPD untuk menerima dan menyelesaikan aduan, aspirasi, dan informasi dari masyarakat. Ditandai dengan penandatangan bersama.

“Sehingga setiap bulan ada evaluasi dari Pak Wali. Operator di OPD dievaluasi juga setiap tiga bulan,” bebernya.

Dicky juga mengungkapkan saat ini kanal aduan tersedia dibeberapa platfrom. Yakni WhatsApp, Twitter, Website, dan aplikasi. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika ada laporan dari media sosial lain bisa juga ditangani. Namun Ia meminta masyarakat untuk melaporkan menggunakan kanal resmi yang sudah tersedia. Sebab bisa terlihat perkembangan laporannya. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi. Masyarakat bisa berkomunikasi secara langsung dengan dinas terkait.

“Uniknya di kanal resmi tersebut, jika laporan sudah selesai harus ada bukti fotonya,” tandasnya. (hwn)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top