Tertanggal 14-15 Maret 2008, hari Jum’at-Sabtu kemarin Pemerintah Kota Semarang mengadakan Evaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Evaluasi tersebut diikuti Sekda beserta jajarannya, kepala-kepala SKPD termasuk Kepala Bawasda. Beberapa acara penting dari evaluasi tersebut adalah paparan Kepala DPKD, paparan SKPD serta arahan Sekda selaku ketua TAPD.
Tetapi sungguh memprihatinkan, evaluasi yang dipimpin oleh Sekda tersebut malah mempertontonkan perilaku Pemkot yang seakan-akan tidak peduli dengan nasib warganya yang kebanyakan sedang dilanda berbagai macam permasalahan sosial.
Investigasi PATTIRO berhasil mendapatkan temuan bahwa yang dilakukan Pemkot pada hari Jum’at tersebut tidak lebih dari sekedar serentetan Rekreasi Barbaju Evaluasi. Bagaimana tidak dinamakan rekreasi kalau tempat pelaksanaannya saja adalah salah satu hotel bintang 4 di Daerah Kyiai Langgeng Kota Magelang dengan rata-rata biaya menginap sampai 500 ribu permalam. Fasilitas mewah hotel bintang 4 tersebut ternyata masih belum cukup untuk memenuhi nafsu orang-orang tersebut. Mereka dengan santainya malah menyempatkan diri bersenang-senang dengan bermain golf bersama.
Betapa teganya Pemkot membuang-buang uang rakyat di saat warga Kota Semarang sangat membutuhkan bantuan. Di daerah Rejomulyo misalnya, rumah warga masih banyak yang terendam banjir, kekurangan pangan dan kesulitan air bersih sehingga bantuan sedikit saja sangat berharga bagi warga. Belum lagi masalah infrastruktur di Kota Semarang seperti jalan-jalan yang rusak parah yang jelas menyulitkan warga. Mengapa Pemkot seakan tidak peka terhadap kondisi di atas. Mengapa Pemkot tidak melakukan upaya penghematan dengan memanfaatkan fasilitas milik Pemkot di Kota Semarang kalau hanya untuk kegiatan yang berisi paparan dan arahan seperti itu, sehingga Pemkot dapat menjadi pemerintah yang lebih efesien yang mampu menyelesaikan masalah-masalah sosial masyarakat. Apakah Pemkot hanya bisa membuat rakyat Kota Semarang sakit hati?
