Semarang – Tim Cek Sekolah-Ku Kota Semarang menggelar workshop Sinergitas Cek Sekolah-Ku dengan fungsi Pengawas Sekolah (Jumat, 20/5/2016) di ruang rapat Disdik Semarang.
Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Widi Nugroho (Direktur PATTIRO Semarang), Sudjono (Sekretaris Dinas Pendidikan) dibantu Tim Cek Sekolah-Ku yang terdiri Taufik Hidayat, Hetty Hidayati (Dinas Pendidikan), Amrinalfi (PATTIRO Semarang). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan program Cek Sekolah-Ku sebagai instrumen pendukung dalam kerja-kerja pengawas sekolah. Para peserta yang terdiri atas pengawas sekolah dan Forum Peduli Pendidikan (FPP) Kecamatan Gunungpati dan Kecamatan Candisari terlihat antusias mengikuti workshop dari awal hingga akhir acara.
Disampaikan Widi Nugroho, berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 21 tahun 2010 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus menindaklanjuti pengaduan sebagai bagian perbaikan pelayanan publik.
“Data di portal Cek Sekolah-Ku sampai dengan bulan September 2016, dari total 347 pengaduan yang masuk, masih ada 147 pengaduan yang belum tertangani dengan rincian: 22 pengaduan anggaran, 26 kegiatan KBM dan 99 pengaduan infrastruktur. Khusus infrastruktur memang ada kendala dengan alokasi anggaran sekolah kecil sehingga tidak bisa segera ditangani,“ Demikian rincian data yang diberikan oleh Nugroho.
Sementara itu, Sudjono yang mewakili Disdik Kota Semarang menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan akan membantu penanganan pengaduan dimana sekolah tidak mampu menangani, misalnya kekurangan anggaran.
“Kami akan alokasikan masukkan dalam alokasi anggaran tahun 2017 mendatang. Tahun 2015, Dinas Pendidikan membuat program toiletisasi, dengan membangun di 30 sekolah sekolah menengah dan SMP negeri. Proses selanjutnya, akan didorong sosialisasi APBS Online sebagai wujud transparansi dan anggaran sekolah. “ Tegas Sudjono.
Di kota Semarang implementasi program Cek Sekolah-Ku didasari pada MOU antara Dinas Pendidikan Kota Semarang dan PATTIRO Semarang dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas sekolah, optimalisasi pemantauan berbasis masyarakat dan pengembangan forum multistakeholder dalam perbaikan tata kelola sekolah.

