
SIARAN PERS
Batang – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) bersama Pattiro Semarang melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pelatihan kader kesehatan jiwa bagi komunitas nelayan di Roban Timur, Kabupaten Batang.
Kegiatan ini hadir sebagai respons atas kondisi masyarakat pesisir, khususnya nelayan, yang masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian SDGs, terutama dalam menangani kelompok rentan yang terdampak banjir rob serta tekanan dari aktivitas industri di wilayah pesisir. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental masyarakat. Ketidakpastian penghasilan dan tekanan ekonomi turut memicu munculnya persoalan psikologis seperti kecemasan dan depresi, baik pada nelayan maupun perempuan di komunitas tersebut. Oleh karena itu, intervensi terkait kesehatan jiwa menjadi penting agar masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai risiko, termasuk bencana.
Melalui kegiatan ini, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya sekaligus edukasi mengenai pentingnya deteksi dini penyakit. Selain itu, dilakukan pula pelatihan kader kesehatan, dengan melibatkan warga setempat—terutama perempuan—agar dapat berperan aktif sebagai penggerak kesehatan di lingkungannya.
Ketua tim pengabdian, Ns. Sri Padma Sari, S.Kep., MNS., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menjangkau kelompok masyarakat yang rentan dan terdampak berbagai tekanan sosial maupun lingkungan.
“Program ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi komunitas yang terdampak aktivitas industri dan memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kesadaran dan semangat masyarakat nelayan untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka,” jelasnya.
Program ini mengusung pendekatan keadilan akses (equity), dengan memastikan bahwa kelompok yang paling membutuhkan memperoleh perhatian yang memadai. Pelatihan kader kesehatan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan upaya promotif dan preventif secara mandiri.
Antusiasme warga Roban Timur terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran layanan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
Kolaborasi antara FK UNDIP dan Pattiro Semarang ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan organisasi masyarakat sipil dalam memperluas akses layanan kesehatan di wilayah pesisir. Melalui program yang didukung oleh pendanaan EQUITY WCU UNDIP ini, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga semakin sehat, tangguh, dan berdaya.
