“Pemkot Semarang tidak akan rugi dengan membeli PSIS karena dapat memiliki sahamnya. Dengan begitu, pengelolaan juga di tangan pemkot, Jika dana untuk perbaikan jalan, masyarakat yang melewati jalan saya lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang nonton bola” Ucap SUKAWI SUTARIP, Walikota Semarang. Sukawi menilai, pembelian saham PSIS yang diajukan pada APBD Perubahan lebih penting dibandingkan pos anggaran di bidang infrastruktur, pendidikan, ataupun kesehatan. Hal ini karena rakyat juga butuh hiburan dan kesenangan. (pernyataan Sukawi Sutarip pada sebuah media)
PATTIRO menilai bahwa apa yang dinyatakan oleh SUKAWI SUTARIP tidak relevan dengan kondisi riil di lapangan saat ini dan sangat menyakitkan bagi masyarakat Kota Semarang. Pada saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang melakukan moment besar pengentasan kemiskinan berupa survey identifikasi warga miskinKota Semarang yang merupakan amanah dari Perda No.4 Tahun 2008 Tentang Penanggulangan Kemiskinan Kota Semarang. Identifikasi yang akan dilakukan untuk mengklarifikasi 136.000 warga miskin bulan Juli ini masih memiliki keterbatasan anggaran. Identifikasi ini merupakan langkah awal untuk mengakselarasi pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan efisien.
Alangkah tidak pantas dan layaknya ketika SUKAWI SUTARIP menyampaikan hal seperti tersebut di atas, yang notabene Pengentasan Kemiskinan ini bagi siapapun dan di manapun akan lebih diprioritaskan dibandingkan kebutuhan untuk menonton bola.
Dengan ini PATTIRO menyatakan sikap:
- Menolak pembelian saham PSIS dalam APBD perubahan 2009
- Meminta kepada TAPD (Tim Anggaran Penmerintah Daerah) dan panitia anggaran DPRD untuk menolak pembelian saham PSIS dalam APBD Perubahan 2009
Meminta SUKAWI SUTARIP untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Semarang atas pernyataannya tersebut.
